Optimalisasi kinerja Puskesmas melalui Pengorganisasian Masyarakat

Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan yang terinstitusionalisasi mempunyai kewenangan yang besar dalam mencipta inovasi model pelayanan kesehatan di aras basis. Untuk itu dibutuhkan komitmen dan kemauan untuk meningkatkan/meratakan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dengan melakukan revitalisasi sistem kesehatan dasar dengan memperluas jaringan yang efektif dan efisien di Puskesmas, peningkatan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan/revitalisasi kader PKK, pembentukan standar pelayanan kesehatan minimum untuk kinerja sistem kesehatan yang komprehensif, serta memperbaiki sistem informasi pada semua tingkatan pemerintah.

Fungsi Puskesmas terdiri dari tiga yaitu sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan dan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama. Dari fungsi Puskesmas ini jelas peran Puskesmas bukan saja persoalan teknis medis tetapi juga bagaimana keterampilan sumber daya manusia yang mampu mengorganisir modal sosial yang ada di masyarakat. Fungsi dan peran Puskesmas sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat di wilayah terkecil membutuhkan strategi dalam hal pengorganisasian masyarakat untuk terlibat dalam penyelenggaraan kesehatan secara mandiri.

PEMBAHASAN

Revitalisasi Puskesmas melalui strategi pengorganisasian masyarakat mempunyai misi untuk mengoptimalkan fungsi dan kinerja Puskesmas terutama dalam penyelenggaraan upaya kesehatan perorangan maupun upaya kesehatan masyarakat di aras komunitas basis. Sumber daya manusia yang ada di Puskesmas selain menguasai teknis mengenai penanganan permasalahan kesehatan sebaiknya juga dibekali dengan penguasaan keterampilan untuk melakukan pengorganisasian komunitas.

Pengorganisasian masyarakat merupakan proses untuk membangun kekuatan komunitas dengan melibatkan anggota masyarakat sebanyak mungkin melalui proses menemukan modal sosial, problematika, merumuskan alternatif pemecahan masalah –dalam hal ini kesehatan- serta membangun institusi sosial yang demokratis, berdasarkan aspirasi, keinginan, kekuatan dan potensi yang tumbuh dalam komunitas. Tujuan proses pengorganisasian komunitas dalam merevitalisasi peran Puskesmas antara lain:

1.Membangun kekuatan masyarakat: Pengorganisasian masyarakat bertujuan untuk mendorong secara efektif modal sosial masyarakat agar mempunyai kekuatan untuk menyelesaikan permasalahan dalam hal kesehatan secara mandiri. Melalui proses pengorganisasian, masyarakat diharapkan mampu belajar untuk menyelesaikan ketidakberdayaannya dan mengembangkan potensinya dalam mengontrol kesehatan lingkungannya dan memulai untuk menentukan sendiri upaya-upaya strategis di masa depan;

2.Memperkokoh kekuatan komunitas basis: Pengorganisasian masyarakat bertujuan untuk membangun dan menjaga keberlanjutan kelompok-kelompok kesehatan (Posyandu, Polindes, Dokter Kecil dan lainnya) yang kokoh yang dapat memberikan pelayanan terhadap permasalahan-permasalahan dan memfasilitasi aspirasi tentang permasalahan kesehatan di aras komunitas basis. Organisasi di aras komunitas dapat menjamin tingkat partisipasi, pada saat bersamaan, mengembangkan dan memperjumpakan dengan organisasi atau kelompok lain untuk semakin memperkokoh kekuatan komunitas;

3.Membangun aliansi: Puskesmas dan kelompok kesehatan di aras komunitas harus membangun dan tergabung dalam aliansi-aliansi strategis untuk menambah proses pembelajaran dan menambah kekuatan diri.
Adapun langkah yang menjadi kompas dalam melakukan pengorganisasian kesehatan di masyarakat antara lain:

1. INTEGRASI- Sebuah proses dimana seorang penggerak kesehatan masyarakat terlibat bersama di aras komunitas dan menjalin komunikasi serta relasi dengan cara belajar dari budaya yang berkembang di masyarakat. Akan lebih baik jika seorang penggerak kesehatan masyarakat tinggal bersama dengan komunitas untuk membangun kepercayaan dan mempelajari segala potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh komunitas;2. INVESTIGASI MODAL SOSIAL MASYARAKAT- Investigasi modal sosial merupakan sebuah proses pembelajaran dan analisa yang sistematis mengenai struktur sosial-budaya dan kekuatan atau potensi yang terdapat di target masyarakat yang diorganisir. Dari proses ini diharapkan menghasilkan data terolah yang mampu menggambarkan potret masyarakat yang diorganisir misalnya seperti community leader (pemimpin lokal di aras komunitas basis), potensi kelompok swadaya, tingkat kesehatan, dan lainnya;3. MEMBANGUN RENCANA DAN STRATEGI- Perencanaan merupakan sebuah proses untuk mengidentifikasi tujuan dan menterjemahkan tujuan tersebut ke dalam kegiatan yang nyata/konkrit dan spesifik. Perencanaan akhir dan pengambilan keputusan akhir dilakukan oleh komunitas yang diorganisir;

4. GROUNDWORK: Proses penajaman dari langkah pengorganisasian, merupakan proses dialogis dan transformatif. Pendekatan yang dilakukan bukan lagi orang per orang tetapi sudah dengan melakukan kelompok-kelompok kecil dengan melakukan dialog mengenai pandangan, impian, analisis, kepercayaan, perilaku yang berkaitan dengan isu/persoalan yang dikeluhkan oleh komunitas. Proses ini bertujuan untuk memastikan keterlibatan kelompok dalam melakukan analisa, pemecahan masalah, dan aksi bersama untuk memecahkan permasalahan tersebut.

5. RAPAT-RAPAT- Mencari tahu budaya, sejarah, kondisi ekonomi, lingkungan, pemimpin lokal, aktivitas formal dan informal, dalam komunitas. Perjumpaan dengan kelompok besar di aras komunitas dilakukan juga untuk mendiskusikan secara formal mengenai isu yang akan dipecahkan bersama;

6. ROLE PLAY: Merupakan sebuah proses dimana anggota kelompok di aras komunitas melakukan simulasi peran melalui dialog, diskusi, lobi, negosiasi, atau bahkan advokasi dalam sebuah studi kasus terkait dengan isu kesehatan yang menjadi permasalahan. Berbagai skenario sebaiknya didesain sehingga memberikan proses pembelajaran bagi komunitas dalam proses penyelesaian masalah;

7. MOBILISASI- Merupakan sebuah langkah aksi dari komunitas untuk mencoba menyelesaikan permasalahan yang muncul. Bekaitan dengan isu yang diangkat mungkin ini bisa berupa negosiasi dan atau dialog disertai dengan tip dan trik yang telah dipersiapkan. Terkait dengan permasalahan ini bisa berupa tindakan mobilisasi anggota dalam komunitas untuk berpartisipasi dalam memulai kegiatan-kegiatan yang dapat menyelesaikan permasalahan mereka. Misalnya kampanye operasi jentik nyamuk, orasi kesehatan dan lainnya;

8. EVALUASI- Sebuah proses dimana anggota kelompok kesehatan mempunyai keterampilan untuk menilai tentang proses pembelajaran apa yang mereka dapat dari serangkaian kegiatan yang dilakukan, apa yang tidak diraih terkait dengan indikator/hasil yang ditetapkan dalam perencanaan, apa kelebihan dan kelemahan dari proses pelaksanaan aksi yang telah dilakukan dan bagaimana cara meminimalkan segala kelemahan dan kesalahan yang telah dilakukan;

9. REFLEKSI- Sebuah langkah yang seringkali dianggap sepele tetapi disinilah kekuatan spirit sebuah gerakan dalam proses pengorganisasian. Proses refleksi adalah sebuah proses dimana dimensi rasa lebih mengutama untuk kemudian mendorong proses kesadaran diri dari anggota kelompok dalam komunitas. Dalam refleksi, proses pencerahan apa yang terjadi di masing-masing anggota kelompok di aras komunitas dibagikan berdasarkan pengalaman mereka ketika melakukan aksi;

10. PELEMBAGAAN KELOMPOK KESEHATAN- tujuan dari pengorganisasian kesehatan komunitas salah satunya adalah membangun organisasi rakyat yang kokoh sehingga mampu menjadi media yang dapat menjembatani segala persoalan dan aspirasi yang ada di aras komunitas. Proses untuk menentukan pemimpin organisasi, peran-peran dalam organisasi disepati secara demokratis. Demikian juga budaya organisasi dan kesiapan manajemen juga diinisiasi untuk menjamin keberlanjutan organisasi.

KESIMPULAN DAN SARAN

Revitalisasi Puskesmas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui strategi pengorganisasian komunitas dilakukan untuk memberdayakan masyarakat dalam hal penyelesaian masalah kesehatan di aras komunitas basis. Selain itu juga mendorong potensi masyarakat di aras komunitas basis agar dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan dengan penekanan pencegahan penyakit melalui keswadayaan yang berkelanjutan dan kontekstual dengan kebutuhan lokal. Secara skematis dapat dilihat di gambar berikut: Strategi komunitas secara khusus dilakukan untuk melibatkan secara aktif dinamika masyarakat untuk mencegah dan mengatasi faktor risiko potensial penyakit menular maupun tidak menular. Selain itu juga menciptakan agen dengan membentuk kelompok-kelompok kerja masyarakat yang peduli kesehatan dengan PKK desa sebagai penggerak dan LSM/ KSM/ LPM sebagai pendamping.

DAFTAR PUSTAKA:

1.Modul Pengorganisasian Komunitas, 2005. Christianto, Pusdakota Ubaya (www.pusdakota.org) tidak dipublikasikan;
2.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 949/Menkes/Sk/Viii/2004 Tentang Pedoman 3.Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (Klb);
4.Evaluasi Model Alokasi Anggaran Kesehatan Untuk Penduduk Miskin Dalam Desentralisasi Kesehatan Dra. Chriswardhani Suryawati, Mkes (Fkm Universitas Diponegoro);
5.Governance And Decentralization Survey 1+. 2004. Laporan Penelitian, Kerjasama Pusat Studi 6.Kependudukan Dan Kebijakan Ugm – Bank Dunia, Yogyakarta, Tidak Dipublikasikan;
McTaggart, R. (Spring 1991). Principles for Participatory Action Research. Adult Education Quarterly. vol. 4, no. 3;
7.Buku Petunjuk Tentang Kemiskinan dan Analisis Sosial, ADB. 2001. Manila (Lampiran 4)

Bersama dr.Hartoyo, M.Kes Kepala Puskesmas Salaman 1 Magelang beliau adalah dosen IKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat). Saya belajar tentang Puskesmas jg ilmu kedokteran komunitas dll bersama beliau kebetulan Co-ass IKM saya bersama Pusekesmas yg dr.Hartoyo, M.Kes pimpin selama 8 minggu (2 bulan) saya menetap di PKM tsb.
Puskemas tersebut dijadikan Rumah Sakit Pembantu dan pada hari tertentu yg terjadwal ada dokter spesialisnya..Pernah dijadikan tempat pemeriksaan kesehatan CPNS yg telah diterima PNS
dr. Eman Sulaeman
Iklan

Kontroversi Penambahan AA dan DHA pada makanan Bayi

Saat ini sebagian besar susu formula atau makanan bayi selalu ditambah bahan DHA (docosahexaenoic) dan AA (arachidonic acid). Promosi makanan bayi selalu didominasi oleh “ikon” formula kecerdasan tersebut. Orang tua pasti akan terhanyut dengan promosi ini. Sehingga susu dan makanan bayi tanpa bahan tersebut pasti kalah bersaing di pasaran padahal harganya relatif lebih mahal.

Yang lebih tragis rayuan promosi ini, kadang menenggelamkan kehebatan manfaat ASI. Benarkah AA dan DHA berpengaruh terhadap kecerdasan? Amankah pemberian AA dan DHA secara jangka panjang pada bayi dan anak?

British Nutrition Foundation, ESPGAN (European Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition), WHO (World Health Organization) dan FAO(Food Agriculture Organization) merekomendasikan penambahan DHA dan AA hanya perlu untuk susu formula bayi prematur. Secara teoritis dan bukti klinis penambahan tersebut hanya bermanfaat untuk bayi prematur.

Sedangkan Canadian Joint Working Group and US committee dan American Academy for Pediatric belum merekomendasikan pemberiannya pada susu formula bayi, karena keterbatasan pengalaman klinik dan saat ini sedang dilakukan penelitian untuk jangka panjang. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan hasil bermanfaat tetapi banyak penelitian lain menunjukkan tidak terbukti
manfaatnya untuk kecerdasan bayi.

LATAR BELAKANG PEMBERIAN

Kualitas manusia sangat ditentukan oleh pertumbuhan dan perkembangannya sejak dini. Pemenuhan gizi yang baik dan benar merupakan modal dasar agar anak dapat mengembangkan potensi genetiknya secara optimal. Zat gizi yang diberikan harus tersedia secara tepat baik kualitas maupun kuantitasnya.

Mulai dari protein dengan asam aminonya baik yang esensial maupun non-esensiel, sumber kalori, berupa karbohidrat ataupun lemak, vitamin, dan mineral.

DHA dan AA adalah komponen terbesar dari long-chain polyunsaturated fatty acids (LC-PUFA), merupakan bahan yang sangat penting bagi organ susunan saraf pusat. DHA penting untuk pembentukan jaringan saraf dan sinap,sedangkan AA berperan sebagai neurotransmitter sebagai suatu bentuk asam lemak yang essensial LC-PUFA harus ditambahkan pada makanan.

Asam lemak esensial sebenarnya terdiri dari asam linoleat (AL) atau “linoleic acid” (LA), asam linolenat (ALN) atau “-linolenic acid” (ALA) serta asam arachidonic atau “arachidonic acid” (AA). Asam lemak ini tidak bisa dibuat oleh tubuh baik dari asam lemak lain maupun dari karbohidrat ataupun asam amino.

Asam arachidonic dapat dibuat dari asam linolenat (seri n-6), karenanya yang dianggap sebagai asam lemak esensial hanyalah asam lemak lenolenat dan asam lemak linolenat. Kedua asam lemak esensial ini tidak dapat saling berubah dari yang satu menjadi yang lain serta berbeda baik dalam metabolisme maupun fungsinya, bahkan secara fisiologik keduanya mempunyai fungsi yang berlawanan.

Penelitian pemberian AA/DHA pada bayi prematur terbukti menunjukkan bahwa pemberian LC-PUFA sebagai suplemen dapat meningkatkan kemampuan visual dan perkembangan sistem saraf terutama pada bayi prematur. Proses pembuatan DHA maupun AA difasilitasi oleh enzim desaturase dan elongase. Aktifitas kedua enzim ini masih sangat kurang pada bayi prematur bahkan pada bayi aterm sampai usia 4-6 bulan. Karenanya penambahan DHA dan AA pada bayi prematur lebih relevan diberikan, dengan dosis yang mengacu pada kandungan asam lemak dalam ASI.

PENELITIAN KONTROVERSIAL

Manfaat pemberian AA dan DHA pada bayi cukup bulan dan anak dianggap masih kontroversial. Beberapa penelitian pendahuluan mengklaim bahwa pemberian zat AA dan DHA meningkatkan perkembangan tingkat kecerdasan tertentu dan kemampuan visual anak.

Sebuah penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi penglihatan pada bayi yang mendapatkan susu formula dengan suplementasi AA/DHA dibandingkan yang mendapatkan susu formula biasa, dengan melihat indikator perilaku dan elektrofisiologi mata pada bayi berumur 2 dan 4 bulan. Beberapa pakar menilai beberapa penelitian suplementasi AA/DHA tersebut terdapat kelemahan sehingga tampaknya tidak universal dapat digunakan sebagai acuan.

Banyak pakar berpendapat bahwa enzim yang berfungsi untuk proses biosintesa asam-asam lemak esensial menjadi DHA dan AA sudah tersedia di sistem syaraf pusat dan hati di janin dan bayi. Teori inilah yang mematahkan pendapat bahwa AA dan DHA perlu diberikan pada anak dan bayi. Sehingga
banyak penelitian juga mengungkapkan bahwa penambahan DHA dan AA pada susu formula, ternyata tidak terbukti meningkatkan kemampuan penglihatan dan sistem saraf bayi.

Hasil penelitian Ross Paediatric Lipid Study di Amerika Serikat pada tahun 1997 yang menunjukkan tidak adanya perbedaan pertumbuhan dan fungsi penglihatan pada bayi yang diberi DHA dan AA di 12 bulan pertama.

American Council on Science and Health juga menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti-bukti ilmiah untuk mendukung penambahan DHA dan AA pada formula untuk bayi yang lahir normal. Demikian juga penelitian yang dilakukan David dkk ternyata pemberian AA dan DHA tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada Bayley Mental Scale, Bayley Motor Scale, Vocabulary Comprehension andProduction Scale.

Meskipun demikian Food and Drug Administration (FDA) memberikan ijin kepada Abbott Laboratories dan Mead Johnson Nutritionals untuk mengedarkan
susu formula dengan suplementasi AA/DHA pada tahun 2002. Harganya sekitar 20% persen lebih mahal dibandingkan dengan susu formula tanpa suplementasi.

WASPADAI PEMBERIAN AA DAN DHA

Pada bayi cukup bulan atau anak besar pemberian suplemen DHA dan AA perlu diteliti lebih jauh mengingat adanya kemungkinan efek samping yang belum terdeteksi dan teruji. Pemberian lemak yang berlebihan dapat menyebabkan kegemukan, serta penyakit jantung bahkan dapat menimbulkan keganasan; dapat meningkatkan kadar kolesterol, dan LDL yang dapat memacu terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

Hal ini sangat tergantung pada jumlah energi yang berasal dari lemak, komposisi dari asam lemaknya, komposisi dari lipoprotein, diet serat yang dikonsumsi, antioksidan, aktifitas, serta derajat kesehatannya. Pada anak yang tidak aktif konsumsi lemak tidak boleh melebihi dari 30% kebutuhan energi. .

Penelitian yang dilakukan penulis terhadap 256 bayi dengan riwayat alergi yang melakukan rawat jalan di Children Allergy Center Rumah Sakit Bunda Jakarta didapatkan 34 (13%) bayi mengalami reaksi simpang terhadap AA dan DHA.

Setelah dilakukan eliminasi provokasi susu formula AA/DHA dan susu tanpa AA/DHA dengan jenis yang sama. Gejala yang ditimbulkan karena pengaruh reaksi simpang tersebut antara lain adalah dermatitis, batuk dan gangguan saluran cerna berupa muntah, diare atau konstipasi.

Reaksi simpang makanan yang berlangsung lama bukan hanya mengganggu pertumbuhan tetapi juga mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak seperti hiperaktif, gangguan konsentrasi, gangguan tidur, gangguan emosi dan gangguan belajar dan gangguan perilaku lainnya.

Pemberian DHA pada formula bayi lanjutan ataupun pada makanannya perlu dipertimbangkan lebih cermat. Pada bayi yang aterm ataupun anak besar sudah dapat mensintesa DHA maupun AA dari LC-PUFA sesuai dengan kebutuhannya.

Sedangkan pemberian DHA yang berlebihan dapat menekan proses pembentukan AA, serta dapat menekan aktifitas ensim siklooksigenase yang memfasilitasi pembentukan prostaglandin PGH2 dan PGH3 dari AA, sehingga dapat menghambat pembentukan prostaglandin berikut tromboksan dan leukotrin, dapat menyebabkan terhambatnya respons terhadap proses keradangan khususnya pada pelepasan interleukin-1 dan TNF, memanjangnya masa perdarahan, menurunnya renin yang turut dalam pengontrolan fungsi ginjal.

Overdosis DHA pada manusia, sejauh ini baru terlihat dialami orang Eskimo yang banyak mengkonsumsi ikan laut. Gejalanya berupa perdarahan, mirip flek-flek berwarna kebiruan di kulit. Efek yang lain baru ditemukan pada monyet maupun tikus, tapi gejalanya berbeda.

Bagaimana orang tua untuk menyikapinya untuk masalah ini? Pertimbangan utama dalam pemilihan susu formula yang terbaik adalah yang sesuai dengan kondisi anak dan tidak mengakibatkan reaksi simpang yang mengganggu fungsi organ tubuhnya.

Pertimbangan lain adalah masalah harga harus disesuaikan dengan ekonomi keluarga serta kesediaan barang dan distribusi yang berkelanjutan di pasaran. Kandungan zat tambahan (AA, DHA, dll), harga mahal, disukai bayi dan merek terkenal bukanlah pertimbangan utama dalam pemilihan susu formula pada anak.

Secara umum semua susu formula yang beredar resmi di Indonesia kandungan gizinya sama. Karena mengikuti standard RDA (Recomendation Dietery Allowence) dalam jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Tetapi apapun juga, yang pasti ASI masih tetap yang terbaik.

dr. Eman Sulaeman

Memutihkan Gigi, Bisa Dilakukan di Rumah

E-mail

Gigi putih tentu menjadi dambaan setiap orang. Kini, ada beragam cara untuk membuat gigi menjadi lebih putih.Gigi sehat dan indah biasanya diidentikkan dengan gigi putih yang bersih dan cemerlang. Sayangnya, karena makanan, minuman dan perawatan yang salah, gigi bak mutiara itu sulit dimiliki. Namun, teknologi kedokteran gigi sekarang sudah dapat mengatasinya. Mau cara instan atau yang memakan waktu? Anda tinggal pilih.

Lantaran kebiasaannya merokok, warna gigi Panca jadi agak keruh. Meski sudah menghentikan kebiasaan merokok dan mencoba pasta gigi yang mengandung pemutih, giginya tetap saja berwarna keruh. “Saya jadi enggak pe-de kalau tersenyum,” aku Panca. Problema Panca mirip yang dialami Anne. Saat masih kecil, Anne sering sakit, sehingga harus rutin menelan antibiotik. Di zamannya dulu, antibiotik yang diberikan mengandung tetrasiklin. Akibatnya, setelah sekian lama mengonsumsi, gigi-gigi Anne pun berubah warna jadi keabuan. “Saya jadi malas tersenyum. Akibatnya, orang sering menyangka saya sombong dan nggak ramah. Tuduhan ini seringkali membuat saya merasa tertekan,” runtuk Anne.

Rasa minder lantaran gigi tak berwarna cemerlang memang banyak dialami orang-orang. Akibatnya, tak hanya membuat mereka enggan tersenyum, bicara pun seringkali enggan. Berbagai cara pun dilakukan untuk menyembunyikan “mutiara” yang kusam itu. Misalnya dengan menutup mulut dengan telapak tangan atau saputangan saat tersenyum atau berbicara.

Selain karena makanan, obat atau rokok yang dikonsumsi manusia, gigi juga bisa berubah warna lantaran perawatan yang kurang baik sehingga menyebabkan plak menimbun di permukaan gigi dan akan mengubah warna gigi. Berikut penjelasan Drg. Lita Darmawan dari Klinik Kharinta, Bintaro, tentang cara memutihkan gigi.
Tiga Cara Putihkan Gigi

Mau cepat atau lama? Proses pemutihan gigi bisa Anda pilih sesuai isi kantong dan kebutuhan. Cara paling umum yang dipilih untuk memutihkan gigi biasanya dengan gel. Namun, bisa juga dengan bantuan sinar laser atau selotip pemutih gigi.

1. Pemutihan dengan Gel
Pemutihan dengan menggunakan gel merupakan pemutihan yang bisa dilakukan di rumah. Yang harus dilakukan pasien sebelum melakukan pemutihan adalah memeriksakan gigi pada dokter untuk dilihat keadaannya. Jika ia memiliki gigi berlubang, maka gigi-gigi tersebut akan ditambal lebih dulu untuk menghindari iritasi. Gel yang masuk ke dalam sela gigi dan gusi akan menyebabkan rasa linu yang cukup berat.
Setelah penambalan dilakukan, dokter pun kemudian akan mencetak gigi. Ini berguna saat pembuatan sampel tray (wadah) gigi di laboratorium. Setelah beberapa hari, tray akan siap dan pelaksanaan kosmetik gigi dengan menggunakan gel bisa dilakukan di rumah.
Cara memutihkannya adalah sebagai berikut: oleskan gel pemutih pada tray, lalu pasang tray pada gigi, lantas ditekan untuk mengeluarkan kelebihan gel agar tidak belepotan di gusi. Kelebihan gel tadi dibersihkan dengan menggunakan cotton bud. “Pemutihan dilakukan selama tidur malam. Saat bangun pagi, tray baru bisa dilepas, setelah itu gosok gigi dan bersihkan tray-nya,” kata Lita. Selama gigi tidak mengalami masalah, seperti tanggal atau lainnya, maka masih bisa digunakan. Jika dilakukan selama tiga hari berturut-turut, maka gigi putih yang diidamkan pun akan segera dimiliki.

Sebagai catatan, jika rasa ngilu muncul akibat perawatan ini, sebaiknya pemutihan gigi dihentikan dua tau tiga hari sampai rasa ngilu tidak lagi terasa. “Kemudian untuk melihat perubahan dengan jelas, lakukan pemutihan gigi hanya pada bagian rahang atas atau bawah lebih dulu. Dengan begitu, Anda bisa melihat perbedaan antara sesudah dan sebelum perawatan,” ujar Lita. Biaya satu paket perawatan gigi dengan gel ini berkisar Rp. 1,5 – 2 juta. Oh ya, pasien juga boleh memilih rasa gelnya, mau rasa mint, pisang atau lainnya.

2. Pemutihan dengan Laser
Pemutihan dengan cara ini biasanya dilakukan untuk kasus yang cukup parah. “Tidak seperti gel, kosmetik gigi ini harus dilakukan di klinik dengan bantuan dokter gigi. Ini disebabkan kandungan pemutih giginya lebih tinggi – sampai 35 mili, sementara komposisi dalam gel pemutih hanya 10 –15 mili, sehingga jika tidak dilakukan dengan hati-hati, maka akan mengakibatkan rasa ngilu yang cukup berat,” kata Lita. Karena bisa mengakibatkan iritasi pada gusi, maka dokter biasanya akan memberikan pengamanan terlebih dahulu pada gusi.
Setelah itu, pada proses pemutihannya, gusi akan disinari dengan sinar yang cukup tinggi, kemudian dibilas dan disinari lagi. Perubahan akan terlihat hanya dalam waktu 0,5 – 1 jam. Untuk hasil yang baik, pasien harus melakukan perawatan gigi seperti biasa dengan baik, misalnya teratur menggosok gigi.

3. Pemutihan dengan selotip pemutih
Ini adalah pemutihan gigi paling cepat, hanya butuh waktu setengah jam. Tetapi, hasilnya tidak awet. Jika pemutihan lain bisa bertahan 3 tahun, dengan selotip hanya bertahan beberapa hari saja. Pada proses pemutihannya, selotip pemutih ditempelkan pada gigi selama setengah jam. Dan setelah dilepaskan, gigi akan tampak menjadi lebih putih. Cara ini juga merupakan cara sekali pakai.

Jika pada kesempatan lain warna gigi sudah berubah, pemasangan selotip bisa digunakan kembali. Biasanya, satu paket selotip pemutih memiliki masa kadaluarsa dua tahun. “Harga satu paket selostip cukup mahal, yaitu Rp 750 – 1 juta.”
Seputih Apa Gigi Anda?

Saat sedang bercermin, Anda mungkin baru menyadari betapa warna gigi Anda kurang cerah. Dalam kedokteran gigi, putihnya gigi memiliki kelas tertentu. Ada empat tingkatan warna gigi, yakni A, B, C, dan D. “Gigi di kelas A merupakan gigi dengan warna kekuningan. Kelas B merupakan gigi putih, C kategori keabuan dan D adalah gigi kecokelatan,” papar Lita. Orang Eropa biasanya memiliki gigi putih kategori A, sedangkan keturunan Asia masuk dalam kategori A. Gigi keabu-abuan biasanya dimiliki oleh orang yang terlalu banyak mengonsumsi obat antibiotik.

Setiap kelas terdiri dari 5 tingkatan. Dokter gigi akan menentukan dimana letak kelas gigi Anda. Jika Anda berada di tingkat A2, maka dengan menaikkan dua strip saja ke A4, gigi Anda akan terlihat lebih putih. Proses pemutihannya sendiri hanya memakan waktu sebentar. Tetapi untuk kasus yang cukup parah, misalnya orang dengan gigi keabu-abuan akibat antibiotik, dibutuhkan perawatan kosmetik gigi yang lebih lama.

Anak Kecil Belum Boleh

Sebelum melakukan pemutihan gigi, dokter biasanya akan mengajak Anda berbincang tentang sejarah gigi Anda. Kasus gigi kusam sangat beraneka ragam. Selain gigi yang kusam banyak, gigi tidak cerah warnanya bisa juga terjadi hanya pada satu gigi saja. Pada pasien yang mengalami perawatan crown (penjaketan gigi) biasanya juga butuh pemutihan gigi.

Lihatlah Dian. Sewaktu kecil, ia pernah terjatuh. Giginya terbentur cukup keras, sehingga menyebabkan saraf-saraf giginya mengalami kerusakan. Dokter pun lantas mengangkat sarafnya dan mempertahankan giginya. Dalam hal ini, gigi Dian sudah dianggap mati. Gigi seperti ini biasanya akan berubah warnanya, menjadi lebih kusam dari yang lain. Meski demikian, gigi seperti ini masih tetap bisa diputihkan. Cara pemutihannya agak berbeda dengan pemutihan gigi secara keseluruhan. Pemutihan gigi mati tidak dilakukan di permukaan gigi. Gel akan dimasukkan dari dalam gigi.

Jika seseorang melakukan penjaketan gigi, biasanya setelah penjaketan, warna gigi yang dijaketi akan berbeda dengan yang tidak diselongsongi. Maka itu, sebelum dilakukan penjaketan, dokter biasanya akan memutihkan gigi pasien lebih dulu. Biasanya, gigi yang dilapisi tidak akan berubah warna, karena terbuat dari keramik. Dokter akan melakukan penjaketan biasanya dua minggu setelah pemutihan gigi.
Pemutihan gigi tidak dilakukan pada anak-anak, karena anak-anak memiliki ruang gigi yang masih cukup lebar, sehingga semakin lebar ruang gigi semakin rentan terjadinya iritasi dan rasa linu. Biasanya, pemutihan dilakukan pada orang yang berusia lebih dari 15 tahun dimana keadaan giginya sudah mapan.

Pemutihan dilakukan hanya sampai batas sudut senyum. Gigi bagian belakang biasanya tidak diputihkan, karena tidak terlalu penting pengaruhnya terhadap estetika gigi. Sebagai catatan, biasakan menggunakan pasta gigi yang mengandung pemutih agar gigi tetap terawat dan berwarna cemerlang. Namun harus pula diingat, pasta dengan pemutih tidak membuat bisa membuat gigi lebih putih satu atau dua strip, tapi hanya sekedar mempertahankan warna putih gigi yang sudah dimiliki.

Sumber: http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=1575

Pilih Metode Pemutihan Gigi yang Tepat

Ditulis oleh SITI MASNIDAR
MEMILIKI gigi berwarna memang menggangu penampilan. Apalagi, dialami sejak kecil. Namun jangan khawatir, kemajuan pengobatan saat ini bisa membuat gigi berwarna kembali putih. Yang terpenting dilakukan secara rutin dan sabar.

Menurut Polisman Sitanggang, pemutihan gigi harus dilakukan berdasarkan penyebab gigi berwarna. Dalam hal ini, sebaiknya jangan dilakukan sendiri, konsultasi ke dokter sehingga bisa diketahui cara yang tepat dalam penanggulangannya. “Jangan langsung memilih cara sendiri, nanti malah tidak tepat penanganannya,” katanya kepada Jambi Independent, kemarin.

Menurutnya, ada banyak faktor yang menyebabkan gigi tidak kinclong. Mulai dari faktor makanan seperti kopi dan teh. Bisa juga karena pola hidup, misalnya merokok. Ada juga karena faktor obat-obatan hingga faktor genetik. “Atau bisa juga karena memang malas gosok gigi sehingga gigi kotor dan banyak karies dan karang gigi,” tambah Sitanggang.

Saat ini, kata Sitanggang, gigi yang berwarna sampai derajat tertentu bisa diputihkan. Kedokteran gigi memberikan kesempatan untuk mendapatkan senyum alami yang menarik dengan waktu, rasa tidak nyaman dan biaya yang cukup minimal.

Ada beberapa cara, salah satunya adalah bleaching (pemutihan gigi) menggunakan bahan oksidasi yang kuat untuk memutihkan gigi. Biasanya dilakukan pada gigi yang berwarna kekuningan dan pewarnaan yang disebabkan oleh tetrasiklin dan fluorida dengan derajat ringan sampai sedang, dan pewarnaan yang diakibatkan oleh kerusakan gigi. “Ini banyak dilakukan karena lebih mudah, namun harus konsultasi dulu dengan dokter gigi,” ujarnya.

Pemutihan gigi yang umum dilakukan adalah home bleaching, yaitu pemutihan gigi yang vital dengan sendok cetak plastik yang dibuat secara individual. Cara baru ini cukup nyaman dan efektif dari segi biaya. Caranya dengan mengisi sendok cetak dengan bahan pemutih dan menggunakannya selama beberapa jam setiap hari atau sepanjang malam. Hasilnya bisa dilihat setelah pemakaian enam minggu, bahkan setelah beberapa hari.

Masih banyak cara yang lain yang bisa dilakukan. Antara lain dengan cara composite, penambalan khusus menggunakan sinar laser maupun penyarungan gigi, yakni dengan cara pengikiran gigi kemudian melapisinya kembali. Cara ini mesti dilakukan oleh dokter gigi. “Jadi gigi dikikir lebih dahulu baru disarung kembali,” ujarnya.

Yang terpenting, saat melakukan pemutihan gigi, juga harus didukung pola hidup sehat dan gaya hidup. Karena jika kebiasaan buruk masih dilakukan, termasuk penyebab gigi berwarna ini masih ada, maka tentu tidak ada gunanya. “Perawatan gigi seperti menggosok gigi secara benar dan rutin serta menghindair penyebab gigi berwarna juga harus dilakukan,” pungkasnya.(*)

Gigi Linu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Prinsip perawatan gigi linu atau sensitif dapat dibagi menjadi tiga:
1.Desensitasi saraf gigi (mengurangi sensitivitas saraf gigi). Misalnya dengan pasta gigi yang mengandung kalium nitrat.
2.Menutup tubulus dentin (tabung-tabung kecil yang menyusun dentin) dengan melakukan penambalan, pembuatan mahkota, dan bedah periodontal (transplantasi gusi).
3.Menyumbat tubulus dentin dengan menggunakan bahan-bahan seperti natrium fluorida, kalium oksalat, strontium klorida, dan glutaraldehid.

Sedangkan macam-macam bahan yang dapat digunakan untuk perawatan gigi linu diantaranya:
1.Pasta gigi desensitasi. Pasta gigi ini dibagi menjadi dua macam berdasarkan cara kerjanya. Pertama dengan mengurangi sensitivitas saraf gigi, kedua dengan memberikan sumbatan pada tubulus dentin.
Bahan-bahan desensitasi yang umum digunakan diantaranya kalium nitrat, strontium klorida, fluoride, tumbuhan obat (misal: myrrh, chamomile, dan peppermint).

2.Kalsium hidroksida. Penggunaan bahan ini kurang mendapat dukungan.

3.Iontophoresis. Merupakan suatu perawatan gigi sensitif dengn cara mengaplikasikan arus listrik untuk memasukkan ion fluoride ke dalam dentin. Dengan teknik ini, fluoride yang diperoleh gigi dua sampai enam kali lebih banyak dibandingkan aplikasi fluoride secara topikal. Namun biayanya dapat dikatakan relatif cukup mahal.

4.Laser. Perawatan gigi linu dengan menggunakan teknologi laser, diantaranya adalah dengan menggunakan laser gallium-aluminum-arsenium, laser CO2, ataupun laser NdYAG.

5.ACP. Penggunaan amorphous calcium phosphate (ACP) dapat membentuk kristal hidroksi apatit pada email dan membentuk sumbatan pada daerah prisma email.

Apabila gigi sangat sensitif lebih dari tiga atau empat hari, bereaksi terhadap suhu panas dan dingin dari makanan atau minuman, sebaiknya Anda menemui dokter gigi Anda untuk mengetahui masalahnya dan cara mengatasinya.

SEPUTAR KESEHATAN GIGI ANAK

Perawatan gigi sejak dini merupakan satu langkah penting agar gigi anak sehat, sekaligus modal bagi percaya dirinya kelak. Berikut beberapa hal sekitar kesehatan gigi.

PERTUMBUHAN GIGI * Beda Tumbuh Gigi dan Erupsi Gigi Tumbuh gigi adalah pertumbuhan bakal gigi sejak dalam rahim, tepatnya sejak trimester pertama atau saat janin berusia 4 minggu dan berlangsung sampai bayi lahir. Sedangkan erupsi gigi adalah munculnya gigi dari gusi yang terjadi setelah kelahiran. Erupsi pertama biasanya terjadi pada usia 6-8 bulan. Namun masih dikatakan normal bila baru terjadi di usia 12 bulan. Selewat itu, perlu ke dokter gigi untuk mencari penyebabnya. Keterlambatan bisa karena ada kelainan atau ketidaksempurnaan pertumbuhan gigi. Misalnya, karena tak punya benih gigi sehingga tak akan pernah terjadi erupsi. Ada-tidaknya benih bisa dilihat dari rontgen gigi. Dari situ akan terlihat pertumbuhan benih gigi susu dan gigi tetapnya. Sekaligus bisa dipastikan normal-tidaknya pertumbuhan gigi anak. Kadang terjadi pula erupsi lebih awal. Ini juga dikategorikan kelainan pertumbuhan. Soalnya, tak semua gigi yang muncul itu, punya akar gigi, melainkan semacam tonjolan dari gusi yang keras. Jadi, tampilannya seperti gigi, tapi tak punya akar. Erupsi gigi dini mesti dilihat, mengganggu atau tidak. Yang masuk kategori mengganggu di antaranya adalah gigi goyah. Selain bisa membuat bayi rewel karena rasa sakit yang ditimbulkannya, juga dikhawatirkan tanggal sewaktu-waktu hingga bisa tertelan bayi. Tak ada jalan lain, harus dicabut. Toh, gigi akan tumbuh lagi. Pertumbuhan dan perkembangan gigi anak bersifat individual. Salah satunya tergantung pada pertumbuhan dan perkembangan anak, disamping makanan yang dikonsumsi. Jika anak diperkenalkan makanan padat sesuai tahapan perkembangannya, rahang pun terangsang untuk tumbuh. Dampak menguntungkan berikutnya, ketebalan gusi menipis hingga gigi pun akan cepat tumbuh. Pemberian vitamin untuk merangsang pertumbuhan gigi pada bayi bisa saja dilakukan asal sesuai anjuran dokter.

* Tanda­-tanda

Khusus Erupsi Gigi Bayi lebih rewel karena gusi terasa sakit dan gatal. Pipi berwarna merah, begitu juga gusi bayi yang terlihat agak bengkak. Bayi banyak mengeluarkan air liur. Biasanya kehilangan nafsu makan karena ia merasa tidak nyaman akibat rasa gatal dan tak enak di sekitar mulut. * Cara Mengurangi

Kerewelan Saat Erupsi Gigi Beri makanan lunak dan agak dingin Tekan-tekan bagian rahangnya dengan lembut menggunakan jari-jari tangan. Jaga jangan sampai kuku jari melukai wajahnya. Beri mainan khusus (teether) untuk digigit-gigit. Buah dan sayuran, seperti apel dan wortel juga bisa membantu. Gigitan ini dimaksudkan untuk mengalihkan rasa gatal yang muncul di sekitar gigi. Bila terjadi demam, beri parasetamol tapi sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. GIGI SUSU Gigi susu yang pertama muncul adalah gigi seri bawah, terletak di tengah depan. Kemudian baru gigi seri tengah atas, meski bisa saja terjadi sebaliknya. Menyusul berikutnya adalah 4 gigi seri samping atas dan bawah. Di usia 12-24 bulan, muncul 4 geraham depan atas dan bawah. Diikuti 4 gigi taring bawah dan atas serta 4 geraham belakang atas dan bawah. Semuanya berjumlah 20 buah. Pertumbuhan gigi susu akan berhenti di usia 3 tahun kemudian satu per satu tanggal, digantikan gigi permanen yang berjumlah 32 buah saat anak menginjak usia 5-6 tahun. Sementara yang terakhir muncul adalah gigi geraham bungsu pada usia 19 tahun. PERAWATAN GIGI Kerusakan gigi terjadi akibat perawatan yang tidak tepat. Gigi yang tak dibersihkan, lama-lama akan ditutupi lapisan yang disebut plak. Kondisi ini bisa diperparah jika si kecil sering mengonsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung. Sebab, bakteri yang terdapat pada plak akan bereaksi dengan gula/tepung, kemudian menghasilkan asam yang dapat merusak email atau lapisan pelindung gigi. Serangan asam yang berlangsung terus-menerus membuat gigi rusak, berlubang. Karena itu gigi harus dirawat sejak dini demi mencegah kerusakan yang lebih parah. Memang tak mudah melarang anak menjauhi gula atau permen. Yang bijaksana adalah mengendalikan kebiasaannya mengonsumsi jenis makanan ini dan sesegera mungkin bersihkan gigi dari sisa-sisa makanan itu sehabis memakannya. Untuk bayi, bersihkan gigi dengan kain kasa yang telah dibasahi air hangat. Bagi yang sudah agak besar, biasakan berkumur dan minum air putih usai makan. Ajarkan anak menyikat gigi. Awali dengan sikat tanpa pasta, baru sedikit demi sedikit beri pasta gigi dengan berbagai rasa yang disukai anak. Lakukan kegiatan ini minimal 2 kali sehari, sesudah makan dan menjelang tidur malam. SUPLEMEN GIGI Fluor dan kalsium merupakan unsur penting dalam pembentukan gigi dan tulang. Fluor diperlukan untuk mengurangi timbulnya kerusakan gigi dan mencegah karies. Bisa didapat dari air mineral yang biasa kita minum. Bila terjadi perubahan warna gigi pada anak, pertanda giginya kekurangan fluor. Kondisi semacam ini biasanya terjadi di daerah yang airnya mengandung sedikit fluor. Perlu-tidaknya suplemen fluor, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter gigi. Sedangkan kalsium berguna untuk pertumbuhan mahkota gigi tetap. Pasta gigi umumnya memiliki unsur deterjen agar berbusa, pemoles (polish) agar kesat dan bersih, serta kalsium, pewarna, perasa, dan fluor. Untuk si kecil, pilih pasta gigi khusus untuk anak dengan kandungan fluor rendah, sekitar 1 ppm (part per million) atau berkisar antara 0,5 hingga 1 persen dari seluruh kandungan pasta gigi. Gunakan pasta sesedikit mungkin. Ukuran sederhananya menurut standar kedokteran adalah sebesar biji kacang hijau. Bahkan untuk anak di bawah 3 tahunm dianjurkan tak memakai pasta gigi sama sekali. Cukup air matang, kecuali ia sudah pandai berkumur mengeluarkan busa pasta gigi. Untuk lebih amannya, pilih pasta gigi yang tidak mengandung fluor.

Plus Minus Flour Fluor adalah mineral yang secara alamiah terdapat di semua sumber air, termasuk laut. Ada beberapa peran fluor dalam gigi, yaitu untuk pembentukan email gigi, memperkuat struktur gigi hingga membuat gigi lebih tahan terhadap pengikisan oleh asam. Fluor berperan mengurangi kemampuan bakteri di gigi membentuk asam. Fluor yang (tidak sengaja) masuk dan terakumulasi dalam tubuh, bisa menyebabkan keracunan yang ditandai dengan gejala pusing, mual, muntah, bahkan kejang-kejang. Untuk penanganan awal, segera berikan susu pada anak karena kandungan susu bisa menghambat dampak lebih jauh dari keracunan fluor. Tentu saja penanganan selanjutnya adalah segera membawa anak ke dokter. Dokterlah yang akan memastikan apakah keracunan tersebut akibat kelebihan fluor atau sebab lain mengingat gejalanya yang sama. Sementara fluorosis adalah perubahan yang tampak pada gigi akibat konsumsi fluor yang berlebihan pada awal masa anak-anak ketika giginya sedang tumbuh. Dampak fluorosis ini bisa ringan dan bisa pula fatal, di antaranya: -Timbul bercak putih dan cokelat di gigi Kasus ini banyak ditemukan di Indonesia. Walau berdampak ringan dan tidak menimbulkan rasa nyeri pada gigi, namun bisa mengurangi penampilan akibat gigi yang tidak sedap dipandang mata. Untuk mengatasinya, dokter akan melapisi gigi yang rusak dengan zat khusus, hingga gigi menjadi bagus kembali. Namun bila dibiarkan, akan berdampak lebih buruk. Gigi bisa berlubang yang akhirnya hancur atau tanggal. Jika muncul gejala seperti itu, orang tua harus segera memeriksakan gigi anaknya ke dokter. Soalnya, awam tak bisa membedakan kerusakan gigi yang diakibatkan kelebihan fluor atau sebab lainnya. – Kerusakan hati Gejala-gejala penyakit/kerusakan hati akibat fluorosis biasanya sama dengan gejala penyakit lever yang disebabkan faktor lain. Walau kasus fluorosis yang menyebabkan penyakit lever ini belum ditemukan, orang tua harus tetap memantau pemakaian pasta gigi pada anak. – Kerusakan ginjal Hingga saat ini kasus semacam ini amat jarang ditemukan. Namun kelebihan fluor juga bisa mengakibatkan kerusakan ginjal yang bila tidak segera ditangani akan mengarah pada gagal ginjal. – Kerapuhan tulang (osteoporosis)

Tidak hanya gigi yang dibuat rapuh/rusak, tapi juga seluruh tulang akan terancam rapuh. Akibat lebih lanjut, tumbuh-kembang si kecil jadi terhambat sementara pengobatannya pun amat sulit.

Merawat Gigi Pakai Laser

TEMPO Interaktif, Pada 1991, novelis Fira Basuki mengalami kecelakaan mobil. Peristiwa itu hampir membuat separuh giginya habis. Sejak itu, giginya selalu bermasalah. Sekarang Fira rajin merawat giginya. Dia pernah memutihkan gigi dan merapikan gingsulnya di klinik gigi di daerah Kuningan, Jakarta. Biaya keduanya berkisar Rp 2-3 juta. “Maksimal gigi itu tetap putih selama enam bulan,” kata Fira.

Seperti Fira, semua orang tentu menginginkan giginya enak dipandang. Sayangnya, di Indonesia, teknologi perawatan gigi masih tertinggal. Di Negeri Abang Sam, seperti dikatakan Drg Amilia Jeni Susanto, Sp.Ort, teknologi perawatan giginya sudah lebih maju. “Di sana sedang ngetren memakai sinar laser,” ujar Koordinator Pelayanan Masyarakat Departemen Gigi dan Mulut Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu.

Sedangkan di Jakarta, menurut Amilia, sangat jarang klinik gigi memakai alat dental laser. “Paling baru satu dua saja yang menggunakannya,” ucapnya.

Alat laser ini punya sekian banyak kelebihan. Untuk aplikasi pada pemutihan gigi (teeth whitening), misalnya, menurut Amilia, laser memberi hasil lebih efektif dan mengurangi waktu perawatan. Meski dijamin perawatannya akan lebih mahal dibandingkan perawatan yang konvensional. “Namun, sinar laser belum bisa untuk membongkar tambalan amalgam dan melepas porcelain onlay atau mahkota gigi (crown),” Amilia menjelaskan.

Pakar kesehatan gigi dan mulut Universitas Indonesia, Drg Armasastra Bahar, PhD, menyuguhkan kelebihan lain. Belum lama ini, ia melakukan penelitian pembersihan benda asing pada pit dan fisura gigi. Pit adalah alur-alur permukaan gigi yang di samping pipi, sedangkan fisura adalah alur-alur permukaan gigi untuk mengunyah.

Dia mencoba dengan cara mekanis, kimia, lalu kombinasi kimia dan mekanis, serta sinar laser. “Hasilnya, laser lebih bisa membersihkan sampai ke tempat yang sulit dijangkau atau kecil,” tutur Arma dalam kesempatan terpisah. Selain itu, didapati bahwa laser tidak mengubah, baik dinding email pit dan fisura. Rencananya, hasil studi ini bakal diterbitkan di sebuah jurnal kesehatan dalam waktu dekat.

Selain itu, dia menambahkan, laser bekerja lebih cepat dan bisa mengurangi rasa sakit pasien sehingga tidak perlu dilakukan pembiusan. Laser juga membantu mengurangi perdarahan saat operasi karena sinarnya bisa menghentikan perdarahan.

Penggunaan sinar laser dalam dunia kedokteran gigi pertama kali pada 1964. Kemudian berkembang terus hingga 1972, dan seterusnya hingga kini. Menurut Arma, RSCM juga berencana menerapkan teknologi laser ini. Alat dental laser bakal ditempatkan di gedung Kencana–sebelumnya bernama Wing International–RSCM. Kencana adalah pelayanan kelas internasional RSCM, yang baru akan diluncurkan pada 10 Januari tahun depan.

Kalau jadi, alat dental laser yang digunakan adalah generasi terbaru. Dia menggabungkan dua tipe laser dalam satu mesin. Di Indonesia alat buatan Slovenia itu cuma dimiliki FKG UI. Menurut Arma, harganya mencapai Rp 1 miliar. “Alatnya semakin simpel. Dulu, pada 1995, alat dental lasernya besar sekali,” ujar doktor yang membuat disertasi mengenai efek radiasi laser Nd terhadap gigi ini–di Universitas Kyusku, Jepang.

Amilia menambahkan, di gedung Kencana nantinya dental laser digunakan untuk penambalan gigi berlubang, pembentukan gusi yang membesar (gum contouring), melepas mahkota gigi, menghilangkan dan menyembuhkan lesi-lesi dalam mulut, serta memutihkan gigi. Selain itu, bisa membantu menghilangkan rasa linu pada gigi serta mengurangi peradangan dan rasa sakit pada sendi rahang.

Jika Pakai Laser:

1. Rasa sakit minimal atau bahkan kadang-kadang tidak terasa sakit.
2. Dapat mensterilkan jaringan–bila memakai laser pada jaringan lunak, misalnya gusi.
3. Hanya terjadi sedikit perdarahan–saat melakukan anestesi.
4. Mengurangi pembengkakan dan penyembuhan lebih cepat.
5. Pada pemutihan gigi (teeth whitening), laser memberi hasil lebih efektif dan mengurangi waktu perawatan.
6. Perawatan lebih mahal ketimbang perawatan yang konvensional.
7. Tidak semua perawatan gigi dapat dilakukan dengan alat dental laser, misalnya membongkar tambalan amalgam dan melepas porcelain onlay atau mahkota gigi (crown).

PLUS MINUS TINDAKAN LASER BAGI ANAK

Aplikasi teknologi laser mesti dilakukan oleh ahlinya demi menghindari efek samping yang mungkin saja terjadi.

“Aduh enggak usah dilaser deh, Dok. Nanti badan anak saya panas. Lagi pula ngeri! Ya kalau nembaknya tepat, tapi kalau meleset kan malah repot! Saya pilih anak saya dioperasi biasa saja deh!” Begitu kira-kira wujud ketakutan orang tua saat mendengar anaknya perlu menjalani terapi sinar laser. Apakah kekhawatiran tersebut beralasan? “Sebenarnya tidak. Terapi laser akan aman selama dilakukan oleh ahli medis yang profesional,” tandas dr. Lilik Norawati, Sp.KK.

Hanya saja, spesialis kulit yang akrab disapa Nora ini memaklumi jika masih banyak masyarakat yang membayangkan hal seram-seram kala mendengar kata laser. Mungkin karena mereka mengidentikkan laser sebagai sinar yang hanya bisa digunakan untuk keperluan industri, seperti memotong logam atau mengelas baja, atau untuk persenjataan militer saja.

Padahal kecanggihan laser sudah mulai diterapkan dalam dunia kedokteran sejak 1961 tatkala Leon Goldman, seorang ahli medis menciptakan alat yang dapat memproduksi sinar laser untuk keperluan medis. “Prinsip laser sendiri dikemukakan Albert Einstein pada tahun 1917 meski hanya berupa teori. Pada perkembangannya, teori ini bisa diwujudkan menjadi sebuah teknologi yang sangat bermanfaat untuk bermacam keperluan,” papar Nora yang berpraktik di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

HARUS DITANGANI AHLI

Keengganan orang tua memanfaatkan terapi laser bagi anaknya bisa juga disebabkan perasaan ragu; apa benar terapi laser bisa diterapkan pada anak? Kan biasanya hanya untuk urusan kecantikan wanita dewasa, seperti menghilangkan kerutan di wajah atau pencabutan bulu-bulu tubuh yang tidak diinginkan? Nora menegaskan bahwa aplikasi laser berguna untuk banyak hal, dari penambalan gigi hingga pengangkatan tumor. “Bedanya, pada orang dewasa tindakan dengan laser ini lebih langsung diterapkan dan jenis kelainan yang dapat diterapi dengannya pun lebih beragam. Sementara pada anak lebih terbatas dan biasanya melalui observasi lebih lama dan mendalam,” kata Nora.

Singkat kata, laser aman digunakan untuk keperluan medis anak-anak selama dilakukan oleh tenaga ahli yang terlatih. Mengapa harus terlatih? Karena penembakan sinar laser harus tepat sasaran. Penyetelan kekuatannya pun harus disesuaikan dengan tindakan. Misalnya tindakan pelaseran terhadap kulit akan berbeda dengan tindakan pelaseran pada pembuluh darah. Bila kekuatan itu berlebih sedikit saja, maka akan mempengaruhi jaringan di sekitar yang bukan target. “Kalau umpamanya laser yang digunakan untuk target di permukaan kulit terlalu kuat dan mencapai jaringan pembuluh darah, tentu hal ini akan berbahaya.”

MANFAAT LASER

Berikut beberapa manfaat laser bagi anak-anak, seperti dituturkan Nora:

1. Menghapus Kelainan Tanda LahirTanda lahir yang dimaksud antara lain hemangioma atau bercak merah pada kulit yang disebabkan pembesaran pembuluh darah. Hemangioma merupakan kelainan bawaan yang umumnya melebar dan tampak menimbul di permukaan kulit. Secara medis biasanya tidak terlalu berbahaya, tapi dari sisi kosmetik, hemangioma terutama yang terjadi di bagian tubuh yang terlihat, seperti wajah dan tangan, akan sangat mengganggu penampilan. Dikhawatirkan anak akan merasa rendah diri karena hemangioma ini.

Namun, sebelum akhirnya dilakukan tindakan laser, akan ada observasi selama beberapa tahun. Alasannya, hemangioma bisa mengecil dengan sendirinya sehingga tidak perlu dilakukan tindakan medis apa pun, termasuk tindakan pelaseran. Namun ada pula yang menetap dan bahkan malah membesar. Nah, observasi diperlukan untuk memastikan perkembangan kelainan tanda lahir tersebut. Bila ternyata menetap atau membesar, tindakan laser akan dilakukan ketika usia anak 7 tahun. Angka ini bukan patokan yang pasti, tapi di usia ini umumnya hemangioma sudah bisa dilihat lebih jelas apakah tumbuh membesar, menetap, atau mengecil.2. Khitan/Sirkumsisi

Saat ini sirkumisi dapat dilakukan dengan sinar laser (tepatnya laser CO2). Kelebihan- nya, proses operasi lebih cepat, perdarahan tidak ada atau sangat sedikit, penyembuhan cepat, rasa sakit setelah operasi minimal, aman, dan hasil secara estetik lebih baik. Proses khitan dengan memanfaatkan sinar laser biasanya hanya membutuhkan waktu 10-15 menit.

3. Mata

Sinar laser bisa digunakan untuk melakukan koreksi pada mata minus, salah satunya dengan cara operasi lasik. Namun sama dengan yang lainnya, tindakan laser untuk koreksi mata minus hanya dilakukan dalam keadaan mendesak. Bila koreksi masih dapat ditunda maka sebaiknya dilakukan saat anak sudah tumbuh remaja bahkan dewasa. Pertimbangannya, penambahan minus selama masa kanak-kanak masih akan terus berlangsung. Dengan begitu, koreksi yang terlalu dini tidak akan menyelesaikan masalah karena kemungkinan anak masih memerlukan penanganan kembali kelak.4. Pembengkakan Jaringan Lunak

Laser pun bisa digunakan untuk mengatasi pembengkakan atau meminimalkan jaringan lunak pada hidung atau telinga anak. Misalnya, pembengkakan pada hidung akibat sinusitis. Penggunaannya bisa sangat efektif karena kesembuhan setelah operasi bisa berlangsung lebih cepat.

5. Mengeringkan Tambalan Gigi

Agar tambalan gigi lebih kuat dan awet maka tambalan harus cepat kering. Untuk mempercepatnya, dokter biasanya akan menggunakan sinar laser. Aplikasi ini baik bila dilakukan pada anak 8-12 tahun atau ketika gigi tetap harus ditambal. Gigi tetap akan digunakan hingga si anak dewasa. Oleh karena itu, bila berlubang harus ditambal dengan baik karena tidak ada gantinya.

6. Tumor

Tindakan laser umumnya juga digunakan dalam pengangkatan tumor jinak, seperti untuk menghilangkan bintil-bintil pada kulit. Namun, kasus seperti ini sangat jarang terjadi pada anak. Kalaupun bintil-bintil timbul pada usia belia, tindakan penyinaran tetap akan ditunda, kecuali bila penyakit yang diderita anak sudah begitu membahayakan. Umpamanya, mengidap tumor ganas yang dapat membawa risiko kematian. “Itu pun kalau orang tua memilih operasi dengan sinar laser. Soalnya dengan tindakan pembedahan pun bisa saja pengangkatan tumor dilakukan,” tambah Nora.

KELEBIHAN LASER

Berdasarkan keterangan Nora, inilah beberapa kelebihan teknologi laser dalam dunia kedokteran:

* Lebih Efektif

Laser dapat mengobati kelainan-kelainan yang tidak mungkin dilakukan oleh tindakan operasi, misalnya mengatasi hemangioma yang cukup lebar. Operasi dengan pisau bedah akan merusak jaringan yang cukup luas sehingga menyulitkan dokter untuk menjahitnya kembali. Dengan tindakan laser, hal itu dapat dihindari karena jaringan pembuluh darah yang dirusak hanyalah bagian-bagian yang tidak diinginkan atau tanpa menciutkan dan merusak jaringan serta pembuluh darah lain. “Jadi penanganannya lebih fokus karena hanya mengenai target yang diinginkan,” tandas Nora.

* Lebih Cepat Normal

Meski tindakan laser memungkinkan terjadinya kerusakan pada jaringan lain, tetapi kerusakan pascalaser atau bekas lukanya bisa diminimalkan. Sementara tindakan pembedahan umumnya akan mengakibatkan kerusakan lebih luas yang akan memperlambat proses penyembuhan.

KEKURANGAN LASER

Meskipun ada kelebihannya, laser pun memiliki kekurangan:

* Penyinaran dengan laser biasanya tidak bisa dilakukan hanya sekali melainkan berulang kali. Padahal biaya untuk sekali penyinaran relatif mahal. Penentuan jumlah tindakan ini sifatnya sangat individual tergantung pada jenis penyakit dan tingkat keparahannya. Hal ini baru diketahui setelah dilakukan observasi.

* Efek samping penggunaan laser yang sering dilaporkan adalah munculnya rasa panas setelah dilakukan penyinaran. Hal ini disebabkan karena paparan sinar laser yang terserap ke jaringan tubuh akan diubah menjadi energi panas sehingga timbul perasaan panas. Namun, hal ini bisa diatasi dengan keakuratan penyinaran. Untuk itulah penyinaran laser harus dilakukan oleh ahli terlatih. Misalnya oleh dokter yang memang sudah mendalami penggunaan teknologi laser. “Penggunaan laser harus sesuai dengan jenis kelainan, kekuatan laser, dan lama pajanannya. Bila keliru maka efek samping bisa saja muncul,” tambah Nora.

* Tindakan laser membutuhkan syarat tertentu. Misalnya, di ruang penyinaran sebaiknya tidak terdapat alkohol dan produk lain yang mengandung alkohol seperti hair spray, minyak wangi, antiseptik, atau lainnya. Untuk itu baik dokter, pasien, maupun orang tua pasien, sebaiknya bersih dari bahan-bahan tersebut. Bila sinar laser ini memantul, tak mustahil akan membakar benda atau bagian-bagian yang mengandung alkohol.

Mencegah Janin gugur

Beruntunglah bila Anda atau istri Anda mengalami kehamilan yang normal-normal saja. Pada sebagian orang, kehamilan seringkali mendapat banyak gangguan perdarahan, yang kemungkinan penyebabnya beraneka ragam. Apa saja dan bagaimana menanggulanginya? Yanti harus segera dilarikan ke rumah sakit. Pasalnya, ia mengalami perdarahan cukup hebat dibarengi rasa mulas. Padahal usia kandungannya belum genap sembilan bulan. Sesampai di rumah sakit dokter segera melakukan tindakan pembedahan caesar dengan pertimbangan sang jabang bayi sudah cukup umur. Syukurlah Yanti berdua bayinya berhasil diselamatkan. Menurut dokter yang menangani, perdarahan yang dialami Yanti akibat terlepasnya plasenta atau ari-ari janin (solisio plasente). Kasus perdarahan kehamilan seperti dialami Yanti cukup banyak. Pada kasus ini sebenarnya plasenta melekat pada tempat normal tapi karena suatu hal plasenta terlepas. “Penyebabnya bisa macam-macam,” kata dr. RB Ontowiryo HP, ahli kebidanan dan penyakit kandungan dari RS Ibu dan Anak Harapan Kita, Jakarta. “Bisa karena tumbuh tumor atau myom pada dinding kandungan, bisa karena tali plasenta terjerat pada kaki sang bayi sehingga saat bayi bergerak plasenta tertarik dan terlepas. Kasus kecelakaan seperti perut sang ibu terbentur sesuatu tepat di mana plasenta melekat juga bisa menyebabkan plasenta terlepas.” Penyebab lain, kasus pre-eklamsia (selama hamil mengalami kenaikan tekanan darah dan bagian tubuh tertentu membengkak). Beruntung kalau terlepasnya plasenta pada saat janin sudah cukup umur seperti yang dialami Yanti. Sebab bila terjadinya sebelum kandungan berusia 7,5 bulan (bobot bayi 1.400 -1.500 g), janin pada umumnya sulit diselamatkan. Perdarahan pada masa kehamilan bisa juga gara-gara plasenta menutupi jalan bayi. Di sini letak plasenta tidak normal(plasenta prefia) yakni menjorok pada segmen bawah rahim, mengarah ke mulut rahim sebelah dalam. Dalam perkembangannya, semakin lama, plasenta semakin menutupi jalan keluar bayi.
Kasus ini juga bisa mengakibatkan perdarahan karena terjadinya peregangan atau pengencangan bagian bawah rahim yang menyebabkan bagian bawah rahim tertarik sehingga penanaman plasenta sedikit bergeser. “Namun, penanganannya lebih mudah dibandingkan dengan kasus pertama tadi,” kata dr. Ontowiryo. “Sebab perdarahan tidak berlangsung terus-menerus, tapi secara berulang, misalnya setiap 3 – 4 minggu sekali dan tidak terasa sakit. Sehingga sang janin bisa dipertahankan lebih lama,” tambahnya. Untuk mempertahankan agar tidak terjadi kontraksi (usaha dari kandungan untuk mengeluarkan isinya), dokter memberikan obat, yang adakalanya diberikan lewat infus, sehingga kandungan tetap lemas dan plasenta tidak bergeser. Selama hamil tentu saja sang ibu disarankan untuk membatasi kegiatan sehari-hari (bed rest) sampai saatnya melahirkan. Bercak darah dan ikatan mulut rahim Karena kemungkinan risiko yang ditimbulkan, seringan apa pun perdarahan yang keluar semasa kehamilan haruslah diwaspadai. Kita mesti memantau apakah bercak darah hanya timbul sekali, ataukah berulang kali. Apakah bercak bertambah hebat dan disertai mulas atau tidak. Kalau bercak dibarengi mulas biasanya menunjukkan indikasi keguguran. Sebab itu begitu tampak keluar bercak merah, segeralah periksakan diri ke dokter dan beristirahat total. Dengan beristirahat total, aliran darah ke dalam rahim menjadi baik sehingga perdarahan diharapkan akan berkurang. Untuk mengecek apakah janin masih hidup biasanya diperiksa dengan alat ultrasonografi (USG). Sementara, pengeluaran bercak tanpa disertai rasa mulas bisa diatasi dengan istirahat total ditambah obat penguat kehamilan. Meski demikian, tak perlu juga kita cemas berlebihan bila terjadi perdarahan. Bisa saja perdarahan itu berasal dari mulut rahim yang mau terbuka, atau calon plasenta yang mau lepas, atau jalan bayi tertutup. Kondisi mulut rahim yang kurang baik juga bisa menyebabkan perdarahan yang berakhir dengan keguguran. Misalnya, pembukaan mulut rahim sebelum waktunya. Masalah seperti ini banyak terjadi pada ibu yang sering mengalami keguguran atau sering melahirkan. Pada kasus yang terakhir ini, kondisi serviksnya kurang baik atau robekan di bagian vaginanya tidak tertutup dengan sempurna. Untuk menghindari terjadinya keguguran, mulut rahim yang sudah agak terbuka tadi diikat atau dijerat dengan “pita” khusus dan baru dibuka kembali pada saat usia kehamilannya sudah cukup tua. Selama diikat, tidak disarankan berhubungan dengan pasangan sebab bisa menyebabkan kontraksi. Lagipula “pita” penjeratnya keras! Ketika janin berhasil dipertahankan, setelah perdarahan, si ibu hendaknya memperhatikan kesehatan tubuh sambil tak lupa menghindari stres. Makanan yang dikonsumsi hendaknya bergizi tinggi seperti makanan kaya zat besi, kalori, dan protein. Ditambah lagi, cukup vitamin dan mineral. Mintalah nasihat ahli gizi agar tersusun menu yang diperlukan. Ulah virus Perdarahan selama kehamilan bisa pula merupakan indikasi adanya ketidakberesan pada kehamilan itu sendiri. Yang paling dicemaskan kalau terjadi pada triwulan pertama masa kehamilan. Perdarahan pada masa ini merupakan tanda-tanda akan terjadinya keguguran. Pada masa-masa awal kehamilan, janin memang masih lemah karena plasenta belum terbentuk.
Perkembangan janin dari 1 – 3 bulan hanya tergantung dari peran hormon. Secara alamiah, ada wanita tertentu memang “berbakat” mengalami perdarahan, yang kemudian diikuti keguguran. Untuk menanggulanginya, tentu harus dicari secara saksama penyebab utamanya. Setelah ditemukan penyebabnya, baru dilakukan tindakan medisnya. Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah ketidakseimbangan atau gangguan hormonal. Pada kasus ini umumnya keguguran tidak bisa dihindari. Gangguan terhadap peran hormon penunjang kehamilan pada awal kehamilan 1 – 3 bulan menyebabkan janin tidak berkembang dan gugur.

Posisi BERCINTA SAAT HAMIL

Bercinta bagi pasangan suami istri (pasutri) di saat sang istri hamil tua dengan kondisi perut yang membesar sering terasa berbeda dari sebelumnya atau di saat istri belum hamil,umumnya  ini terjadi lantaran timbulnya perasaan takut atau khawatir yang sebetulnya tak beralasan, kadang kekhawatiran itu  terjadi karena perasaan tidak nyaman terhadap kondisi perut sang istri yang membesar. Berhubungan intim saat istri hamil itu boleh dilakukan, karena tidak akan menyakiti janin, tentu saja dengan catatan kehamilan istri tidak sedang ada masalah ataupun sedang ada gangguan.

Walaupun untuk bercinta bisa dilakukan untuk mereka yang tengah berbadan dua, namun perlu mengatur posisi yang tepat. berikut ada beberapa posisi bercinta dengan istri yang sedang hamil yang bisa di coba,namun, sebelum bereksperimen dengan seluruh posisi itu, ada baiknya Anda dan pasangan jangan memaksakan diri melakukannya. ..

1. Posisi Misionaris
Pada posisi ini,perempuan di bawah dan pria di atas. Jika dilakukan saat istri tengan hamil tentu menjadi tidak nikmat, bahkan bisa menyakitkan bagi istri Anda, bahkan juga untuk Anda sendiri. Itu sebabnya, posisi berhubungan seksual yang bisa dilakukan selama istri hamil adalah variasi dengan posisi menyamping, perut istri Anda terbebas dari tindihan. hehmmm…..

2. Perempuan di Atas, Pria di Bawah
Dengan posisi ini, Anda (terutama istri Anda), bisa mencegah penekanan terlalu banyak pada bagian perut dan payudara istri Anda, yang memang membahayakan kehamilannya. Posisi ini memungkinkan perempuan untuk memegang lebih banyak kendali atas gerakan. Istri dapat membuatnya lambat atau capat, sambil mengontrol kedalaman penetrasi.sound good……

3. Posisi Sendok
Posisi ini dilakukan dengan tubuh berbaring menyamping. Anda berada dibelakang istri Anda, sehingga penetrasi dapat dilakukan dari belakang(tetapi bukan hubungan seksual anal. Hanya penetrasinya lewat arah belakang). Posisi ini juga sesuai dilakukan pada saat perut istri sudah besar, atau sat istri tidak dapat berperan aktif lagi selama bercinta(seperti pada posisi perempuan di atas). interesting…..

4. Posisi Sendok Berhadapan
Posisi menyamping berhadapan dengan pasangan. Tarik satu kaki untukmemberi ruang pada pasangan untuk melakukan penetrasi. Posisi ini lebih cocok dilakukan pada triwulan pertama, ketika perut istri belum terlalu besar. nice to try……

5. Posisi Duduk
Perempuan duduk di pangkuan pasangan, ketika hamil belum terlalu besar, posisi berhadapan dapat dilakukan. Tapi ketika perut semakin membesar,posisi tidak berhadapan dapat dipilih. Posisi ini dapat menjadi pilihan pada masa kehamilan akhir trimester ke-2 atau pada awal trimester ke-3.Posisi ini cukup nyaman, baik untuk istri maupun Anda sendiri, sekalipun tidak memberikan kesempatan bagi Anda berdua untuk banyak melakukan gerakan aktif saat pemanasan (foreplay). Sayangnya, posisi duduk ini hanya nyaman dilakukan bagi berat tubuh istri tergolong normal. Sebab, pada posisi ini Anda harus menopang berat tubuh istri pada pangkuan Anda. hehehe terlalu berat boo….

6. Doggie Style
Agar perut tidak mendapat tekanan, istri bisa bersangga pada lutut dan tangannya, sepeerti hendak merangkak. Hanya saja, jika perut istri sudah sangat besar, bisa saja perut tetap menyentuh alas. Posisi ini juga tidak bisa dilakukan dalam tempo lama, karena cukup melatihkan bagi istri, walau ia tidak melakukan gerakan aktif. Keuntungannya, pembuluh darah di punggung tidak tertekan oleh berat perut. speechless dech….

7. Seks Non-Penetratif
Di luar alternatif-alternatif posisi tersebut, Anda bisa juga melakukan seks non-penetratif. Artinya, alat kelamin suami tidak perlu memasuki vagina istri. Suami istri bisa saling memberikan seks oral atau masturbasi. hmhem…. safe for baby……

Sebenarnya sih ..apa pun posisi yang Anda berdua pilih, nikmatilah aktivitas seksual itu bersama-sama dengan tetap memperhatikan kondisi kehamilan istri Anda.Tentu asalkan kehamilan istri Anda dinyatakan tidak memiliki risiko apapun,Anda berdua bisa melakukan hubungan seksual kapan pun Anda berduamenginginkannya, bahkan sampai menjelang persalinan sekalipun. Dengan tetap menikmati aktivitas yang satu ini bersama suami, Anda berdua bisa saling berbagi rasa takut maupun kekhawatiran, serta stres yang mungkin muncul selama masa kehamilan.

Namun jika kehamilan istri Anda berisiko, seperti misalnya letak plasenta tidak pada posisi yang seharusnya (plasenta previa), makalebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis kandungan jika Anda berdua tetap ingin bisa berhubungan seksual. Begitu juga apabila istri mengalami perdarahan ringan, seperti keluarnya flek-flek pada kehamilan trimester pertama, tunda dulu keinginan itu.

Jadi keputusan ada di tangan anda berdua gaya apa yang cocok dan aman untuk kehamilan anda……

« Older entries