PLUS MINUS TINDAKAN LASER BAGI ANAK


Aplikasi teknologi laser mesti dilakukan oleh ahlinya demi menghindari efek samping yang mungkin saja terjadi.

“Aduh enggak usah dilaser deh, Dok. Nanti badan anak saya panas. Lagi pula ngeri! Ya kalau nembaknya tepat, tapi kalau meleset kan malah repot! Saya pilih anak saya dioperasi biasa saja deh!” Begitu kira-kira wujud ketakutan orang tua saat mendengar anaknya perlu menjalani terapi sinar laser. Apakah kekhawatiran tersebut beralasan? “Sebenarnya tidak. Terapi laser akan aman selama dilakukan oleh ahli medis yang profesional,” tandas dr. Lilik Norawati, Sp.KK.

Hanya saja, spesialis kulit yang akrab disapa Nora ini memaklumi jika masih banyak masyarakat yang membayangkan hal seram-seram kala mendengar kata laser. Mungkin karena mereka mengidentikkan laser sebagai sinar yang hanya bisa digunakan untuk keperluan industri, seperti memotong logam atau mengelas baja, atau untuk persenjataan militer saja.

Padahal kecanggihan laser sudah mulai diterapkan dalam dunia kedokteran sejak 1961 tatkala Leon Goldman, seorang ahli medis menciptakan alat yang dapat memproduksi sinar laser untuk keperluan medis. “Prinsip laser sendiri dikemukakan Albert Einstein pada tahun 1917 meski hanya berupa teori. Pada perkembangannya, teori ini bisa diwujudkan menjadi sebuah teknologi yang sangat bermanfaat untuk bermacam keperluan,” papar Nora yang berpraktik di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

HARUS DITANGANI AHLI

Keengganan orang tua memanfaatkan terapi laser bagi anaknya bisa juga disebabkan perasaan ragu; apa benar terapi laser bisa diterapkan pada anak? Kan biasanya hanya untuk urusan kecantikan wanita dewasa, seperti menghilangkan kerutan di wajah atau pencabutan bulu-bulu tubuh yang tidak diinginkan? Nora menegaskan bahwa aplikasi laser berguna untuk banyak hal, dari penambalan gigi hingga pengangkatan tumor. “Bedanya, pada orang dewasa tindakan dengan laser ini lebih langsung diterapkan dan jenis kelainan yang dapat diterapi dengannya pun lebih beragam. Sementara pada anak lebih terbatas dan biasanya melalui observasi lebih lama dan mendalam,” kata Nora.

Singkat kata, laser aman digunakan untuk keperluan medis anak-anak selama dilakukan oleh tenaga ahli yang terlatih. Mengapa harus terlatih? Karena penembakan sinar laser harus tepat sasaran. Penyetelan kekuatannya pun harus disesuaikan dengan tindakan. Misalnya tindakan pelaseran terhadap kulit akan berbeda dengan tindakan pelaseran pada pembuluh darah. Bila kekuatan itu berlebih sedikit saja, maka akan mempengaruhi jaringan di sekitar yang bukan target. “Kalau umpamanya laser yang digunakan untuk target di permukaan kulit terlalu kuat dan mencapai jaringan pembuluh darah, tentu hal ini akan berbahaya.”

MANFAAT LASER

Berikut beberapa manfaat laser bagi anak-anak, seperti dituturkan Nora:

1. Menghapus Kelainan Tanda LahirTanda lahir yang dimaksud antara lain hemangioma atau bercak merah pada kulit yang disebabkan pembesaran pembuluh darah. Hemangioma merupakan kelainan bawaan yang umumnya melebar dan tampak menimbul di permukaan kulit. Secara medis biasanya tidak terlalu berbahaya, tapi dari sisi kosmetik, hemangioma terutama yang terjadi di bagian tubuh yang terlihat, seperti wajah dan tangan, akan sangat mengganggu penampilan. Dikhawatirkan anak akan merasa rendah diri karena hemangioma ini.

Namun, sebelum akhirnya dilakukan tindakan laser, akan ada observasi selama beberapa tahun. Alasannya, hemangioma bisa mengecil dengan sendirinya sehingga tidak perlu dilakukan tindakan medis apa pun, termasuk tindakan pelaseran. Namun ada pula yang menetap dan bahkan malah membesar. Nah, observasi diperlukan untuk memastikan perkembangan kelainan tanda lahir tersebut. Bila ternyata menetap atau membesar, tindakan laser akan dilakukan ketika usia anak 7 tahun. Angka ini bukan patokan yang pasti, tapi di usia ini umumnya hemangioma sudah bisa dilihat lebih jelas apakah tumbuh membesar, menetap, atau mengecil.2. Khitan/Sirkumsisi

Saat ini sirkumisi dapat dilakukan dengan sinar laser (tepatnya laser CO2). Kelebihan- nya, proses operasi lebih cepat, perdarahan tidak ada atau sangat sedikit, penyembuhan cepat, rasa sakit setelah operasi minimal, aman, dan hasil secara estetik lebih baik. Proses khitan dengan memanfaatkan sinar laser biasanya hanya membutuhkan waktu 10-15 menit.

3. Mata

Sinar laser bisa digunakan untuk melakukan koreksi pada mata minus, salah satunya dengan cara operasi lasik. Namun sama dengan yang lainnya, tindakan laser untuk koreksi mata minus hanya dilakukan dalam keadaan mendesak. Bila koreksi masih dapat ditunda maka sebaiknya dilakukan saat anak sudah tumbuh remaja bahkan dewasa. Pertimbangannya, penambahan minus selama masa kanak-kanak masih akan terus berlangsung. Dengan begitu, koreksi yang terlalu dini tidak akan menyelesaikan masalah karena kemungkinan anak masih memerlukan penanganan kembali kelak.4. Pembengkakan Jaringan Lunak

Laser pun bisa digunakan untuk mengatasi pembengkakan atau meminimalkan jaringan lunak pada hidung atau telinga anak. Misalnya, pembengkakan pada hidung akibat sinusitis. Penggunaannya bisa sangat efektif karena kesembuhan setelah operasi bisa berlangsung lebih cepat.

5. Mengeringkan Tambalan Gigi

Agar tambalan gigi lebih kuat dan awet maka tambalan harus cepat kering. Untuk mempercepatnya, dokter biasanya akan menggunakan sinar laser. Aplikasi ini baik bila dilakukan pada anak 8-12 tahun atau ketika gigi tetap harus ditambal. Gigi tetap akan digunakan hingga si anak dewasa. Oleh karena itu, bila berlubang harus ditambal dengan baik karena tidak ada gantinya.

6. Tumor

Tindakan laser umumnya juga digunakan dalam pengangkatan tumor jinak, seperti untuk menghilangkan bintil-bintil pada kulit. Namun, kasus seperti ini sangat jarang terjadi pada anak. Kalaupun bintil-bintil timbul pada usia belia, tindakan penyinaran tetap akan ditunda, kecuali bila penyakit yang diderita anak sudah begitu membahayakan. Umpamanya, mengidap tumor ganas yang dapat membawa risiko kematian. “Itu pun kalau orang tua memilih operasi dengan sinar laser. Soalnya dengan tindakan pembedahan pun bisa saja pengangkatan tumor dilakukan,” tambah Nora.

KELEBIHAN LASER

Berdasarkan keterangan Nora, inilah beberapa kelebihan teknologi laser dalam dunia kedokteran:

* Lebih Efektif

Laser dapat mengobati kelainan-kelainan yang tidak mungkin dilakukan oleh tindakan operasi, misalnya mengatasi hemangioma yang cukup lebar. Operasi dengan pisau bedah akan merusak jaringan yang cukup luas sehingga menyulitkan dokter untuk menjahitnya kembali. Dengan tindakan laser, hal itu dapat dihindari karena jaringan pembuluh darah yang dirusak hanyalah bagian-bagian yang tidak diinginkan atau tanpa menciutkan dan merusak jaringan serta pembuluh darah lain. “Jadi penanganannya lebih fokus karena hanya mengenai target yang diinginkan,” tandas Nora.

* Lebih Cepat Normal

Meski tindakan laser memungkinkan terjadinya kerusakan pada jaringan lain, tetapi kerusakan pascalaser atau bekas lukanya bisa diminimalkan. Sementara tindakan pembedahan umumnya akan mengakibatkan kerusakan lebih luas yang akan memperlambat proses penyembuhan.

KEKURANGAN LASER

Meskipun ada kelebihannya, laser pun memiliki kekurangan:

* Penyinaran dengan laser biasanya tidak bisa dilakukan hanya sekali melainkan berulang kali. Padahal biaya untuk sekali penyinaran relatif mahal. Penentuan jumlah tindakan ini sifatnya sangat individual tergantung pada jenis penyakit dan tingkat keparahannya. Hal ini baru diketahui setelah dilakukan observasi.

* Efek samping penggunaan laser yang sering dilaporkan adalah munculnya rasa panas setelah dilakukan penyinaran. Hal ini disebabkan karena paparan sinar laser yang terserap ke jaringan tubuh akan diubah menjadi energi panas sehingga timbul perasaan panas. Namun, hal ini bisa diatasi dengan keakuratan penyinaran. Untuk itulah penyinaran laser harus dilakukan oleh ahli terlatih. Misalnya oleh dokter yang memang sudah mendalami penggunaan teknologi laser. “Penggunaan laser harus sesuai dengan jenis kelainan, kekuatan laser, dan lama pajanannya. Bila keliru maka efek samping bisa saja muncul,” tambah Nora.

* Tindakan laser membutuhkan syarat tertentu. Misalnya, di ruang penyinaran sebaiknya tidak terdapat alkohol dan produk lain yang mengandung alkohol seperti hair spray, minyak wangi, antiseptik, atau lainnya. Untuk itu baik dokter, pasien, maupun orang tua pasien, sebaiknya bersih dari bahan-bahan tersebut. Bila sinar laser ini memantul, tak mustahil akan membakar benda atau bagian-bagian yang mengandung alkohol.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: