Penanggulangan DBD


Bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang itu terserang demam berdarah?

Untuk memastikan bahwa seseorang itu terserang penyakit demam berdarah maka perlu diadakan diagnosis secara klinis. Pertama-tama perlu melakukan diagnosis secara umum dengan cara mengamati gejala yang diderita oleh penderita, misalnya :

1. Mengalami demam tinggi selama 2 sampai dengan 7 hari, disertai kurang nafsu makan, nyeri
pada persendian, serta sakit kepala.
2. Perdarahan pada kulit terlihat bercak-bercak merah pada tangan, pada tenggorokan, gusi dan mimisan.
3. Nyeri pada pencernaan tetapi tidak ada gejala kuning.
4. Terjadi syok atau pingsan pada hari ke-3 sampai hari ke-7 secara berulang-ulang.

Apabila penderita sudah mencapai gejala kronis, maka perlu di diagnosis secara klinis dengan cara sebagai berikut :

1. Perlu diadakan pemeriksaan darah, apabila terjadi kenaikan jumlah hemotokrit meningkat hingga sedikitnya 20% diatas rata-rata.
2. Terjadi peningkatan pada denyut jantung
3. Kulit pucat dan dingin
4. Denyut nadi melemah
5. Terjadi perubahan derajat kesadaran, terlihat ngantuk dan tertidur secara terus menerus
6. Urine sangat sedikit

Maka penderita demam berdarah harus segera diadakan pengobatan.

Pengobatan
Setelah didiagnosis dan telah ditetapkan bahwa penderita terinfeksi virus Dengue (demam berdarah) maka penderita harus segera dilakukan pengobatan, dengan cara :

1. Untuk mengatasi demam dapat diberikan parasetamol, selama demam mencapai 39oC paling banyak 6 dosis dalam 24 jam.
2. Untuk mengganti cairan yang hilang, untuk pertolongan pertama dapat diberi oralit atau diberi jus buah-buahan.
3. Apabila kadar hemotokrit turun sampai 40% maka harus di infus NaCl atau ringer, sesuai kebutuhan dan dapat ditambah plasma, larutan garam fisiologis, dan glukosa.
4. Antibiotik dapat diberikan apabila terjadi infeksi sekunder.
5. Oksigen dapat diberikan pada saat penderita syok atau pingsan.
6. Transfusi darah diberikan apabila penderita mengalami pendarahan yang signifikan.

Perhatikan disaat pengobatan!
Yang perlu diperhatikan pada saat pemberian cairan pengganti atau infuse, harus diawasi selama 24 jam sampai dengan 48 jam, dan dihentikan setelah penderita terrehidrasi, dengan ditandai jumlah urine cukup, denyut nadi yang kuat dan tekanan darah membaik.
Apabila pemberian cairan intravena diteruskan setelah ada tanda-tanda tersebut akan terjadi overhidrasi yaitu dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah cairan dalam pembuluh darah, edema paru-paru dan gagal jantung.

Pencegahan
Demam berdarah dapat dicegah dengan memberantas jentik-jentik nyamuk Demam Berdarah (Aedes aegypti) dengan cara melakukan PSN (Pembersihan Sarang Nyamuk). Upaya ini merupakan cara yang terbaik, ampuh, murah, mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat, dengan cara sebagai berikut:
1. Bersihkan (kuras) tempat penyimpanan air (seperti : bak mandi/WC, drum, dan lain-lain) sekurang-kurangnya seminggu sekali. Gantilah air di vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain sekurang-kurangnya seminggu sekali
2. Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air, seperti tempayan, drum, dan lain-lain agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu
3. Kubur atau buanglah pada tempatnya barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah, dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Potongan bambu, tempurung kelapa, dan lain-lain agar dibakar bersama sampah lainnya.
4. Tutuplah lubang-lubang pagar pada pagar bambu dengan tanah atau adukan semen.
5. Lipatlah pakaian/kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap disitu.
6. Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras, taburkan bubuk ABATE ke dalam genangan air tersebut untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

Ulangi hal ini setiap 2-3 bulan sekali.

Cara Memberantas Nyamuk Aedes aegypti

Ada banyak cara untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti, antara lain dengan cara:
1. Penyemprotan dengan menggunakan zat kimia
2. Pengasapan dengan insektisida
3. Memutus daur hidup nyamuk dengan menggunakan ovitrap dan memberi ikan cupang di tempat penampungan air.

Untuk memberantas jentik-jentik nyamuk dapat menggunakan serbuk ABATE, dengan komposisi takaran sebagai berikut: Untuk 10 liter air cukup dengan 1 gram serbuk ABATE

Bila memerlukan ABATE kurang dari 10 gram, maka dapat dilakukan sebagai berikut:
– Ambil 1 sendok makan ABATE dan tuangkan pada selembar kertas
– Lalu bagilah ABATE menjadi 2, 3, atau 4 bagian sesuai dengan takaran yang dibutuhkan

Setelah dibubuhkan ABATE maka:
a. Selama 3 bulan bubuk ABATE dalam air tersebut mampu membunuh jentik Aedes aegypti
b. Selama 3 bulan bila tempat penampungan air tersebut akan dibersihkan/diganti airnya, hendaknya jangan menyikat bagian dalam dinding tempat penampungan air tersebut
c. Air yang telah dibubuhi ABATE dengan takaran yang benar, tidak membahayakan dan tetap aman bila air tersebut diminum.

1. Bersihkan (kuras) tempat penyimpanan air (seperti : bak mandi/WC, drum, dan lain-lain) sekurang-kurangnya seminggu sekali. Gantilah air di vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain sekurang-kurangnya seminggu sekali
2. Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air, seperti tempayan, drum, dan lain-lain agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu
3. Kubur atau buanglah pada tempatnya barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah, dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Potongan bambu, tempurung kelapa, dan lain-lain agar dibakar bersama sampah lainnya.
4. Tutuplah lubang-lubang pagar pada pagar bambu dengan tanah atau adukan semen.
5. Lipatlah pakaian/kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap disitu.
6. Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras, taburkan bubuk ABATE ke dalam genangan air tersebut untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

Ada banyak cara untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti, antara lain dengan cara:
1. Penyemprotan dengan menggunakan zat kimia
2. Pengasapan dengan insektisida
3. Memutus daur hidup nyamuk dengan menggunakan ovitrap dan memberi ikan cupang di tempat penampungan air.

Dr. Eman Sulaeman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: